Sunday, May 31, 2015

Shani Shines Brightly: Te wo Tsunaginagara May 31st, 2015 [14:00/19:00]

Holla, back with another review from Team T. This time we will be focusing on one of the Members, Shani Indira Natio.


Shani Indira Natio

It is pretty well documented how much we love Shani's game. Since day one we've been saying she may be the Veranda of Generation 3. I mean, getting us to love her performance in Temodemo no Namida is NOT an easy task by any mean. That being said, lately, she has really been stepping up her performance. Little adjustments were made to get the audience to pay close attention to her, either that is her super mean bullying MC or in songs. And it pays off, BIG TIME!

Then, she was finally given the chance that she used to have back in her days during Pajama Drive, to be the center of team T setlist. This time, we feel like she has an uphill battle because Te wo Tsunaginagara is a crazy-hard setlist filled with naughty borderline perverted songs, cute songs, nonsense songs, and powerful songs

Incredibly, Shani did really well as the center of Te wo Tsunaginagara. Of course, she cannot match Andela who, by far, is more experienced with this setlist center position and sets insanely high standard for anyone filling in for her.

However, Shani give this setlist a different feel. With Andela, some of the songs like Innocence or Mango No. 2 feel a little on the flirtatious side. With Shani, same songs feel more 'jual mahal' hahahah.

With Shani being center, we finally get a chance to see her doing Ame no Pianist (one of our members asked Shani on G+ if she wanted to try Ame no Pianist). As stated above, she owns that song in a different way. Andela's Ame no Pianist is rather Dark and Vicious. With Shani however, that song feels more elegant like a Lady.

Now that we think about it, maybe that is the one quality that Shani possess. We remember back to the second 'Mulai Sekarang Sungguh2' event that she made the usually full of energy Renai Kinshi Jourei become more lady like. She just have that charisma of a lady. Then again she can be extremely cute when she wants to, proven with her Original unit, Wimbledon e Tsurette Itte.

Maybe she is the Veranda of Generation 3. Rather out of the spotlight, but noticed by a lot of people. When her number is called, she's gonna step up and provide what her team needs. Veranda did that during Renai Kinshi Jourei days when no one is available for the Center of Renai Kinshi Jourei song, or when she was called to fill in for Melody back in their Pajama Drive days.

For those who follows team T closely, We suggest you keep a close eye on Shani. Who knows, we may be seeing a legend in the making. Together with Andela and Michelle, Shani will form the big three of Team T.

Well, there you have it guys, another short rant from us. As always feel free to leave comments down below or mention us directly on twitter (@Light_Unit). Thanks for reading, and as always, we will see you in the next post!

-Light-

Thursday, May 14, 2015

Team T: No Ace, No Problem [14052015 14:00/19:00]

Holla, kembali bersama kami di review show dari JKT48 team T. Kali ini kami akan review singkat show dengan shuffle member besar-besaran. Mungkin shuffle paling signifikan sepanjang sejarah tim T.

Selama ini, tim T relatif lengkap membernya, hanya menyelipkan Trainee secara berkala untuk menggantikan member yang tidak bisa tampil karena kegiatan/sakit. Tapi khusus 2 hari (13-14 Mei 2015), team T terpaksa memasukkan 5 member trainee sekaligus karena kegiatan JKT48 untuk 5 member tim T. Tak main-main, posisi yang digantikan merupakan posisi penting di Te wo Tsunaginagara, posisi Andela, Michelle, Shani, Elaine dan Desy.

Hebatnya, walau bisa dibilang mereka tampil dengan member 'cadangan', kualitas show tidak drop terlalu jauh. Walau, tentu saja, show tidak sebaik apabila ke-lima member tersebut tampil, setidaknya shownya tidak drop ke level 'cukup'.

Ada beberapa kunci kenapa tim T bisa mempertahankan level mereka walau member-member utama dibangkucadangkan. Walau secara keseluruhan semua member meningkatkan performnya untuk mengisi kekurangan member utama, tapi member berikut paling signifikan

1. Chika

Member yang sangat Durable ini sejak setlist Pajama Drive telah mencuri perhatian banyak orang karena bertindak sebagai double team untuk tim Merah dan Putih. Penampilannya yang konsisten dan eksplosif membuat banyak orang terpana. Dan pada kesempatan ini, ia mendapat posisi cukup depan untuk mendemonstrasikan bahwa dia patut diperhitungkan sebagai ace team T, Kemampuan bernyanyi dan Koreografinya keren banget

2. Anin

Si adik impian yang mulai (sok) dewasa. Tapi justru lagaknya yang sok seksi ini jadi daya tarik utamanya karena mukanya yang masih anak kecil. Ketika monolog Mango no. 2, "Ah" nya dibikin sok seperti desahan hahaha

Tapi dibalik kelakuan diluar umurnya dia, tersimpan potensi yang besar. Walau menempati posisi baru sebagai Center Wimbledon e Tsurette itte (dengan partner-partner yang relatif baru juga) ia mampu sinkron dengan rekan-rekan barunya. Gak terlalu jauh dari Wimbledon biru asli, Shani. (malah tadi dibercandain Andela, "Shani kok kamu jadi Pendek" hahahaha)

3. Angel

Kalo pertama liat Angel MC, kesannya bocah banget ya, karena suaranya yang cempreng dan (karena nadanya) manja. Jujur aja kita kaget dia di plot jadi backup Michelle. Tapi ternyata dia cukup baik bawain Glory Days, walaupun feel Glory Days nya jadi bocah hahaha.

4. Feni

Yah, kira-kira sama sama Angel, kalo liat dia bocah banget. Apalagi ketawanya. haha. Tetap saja ternyata dia salah satu member yang mengejutkan. Secara teknis, Wimbledon memang bisa dibilang cocok buat dia, tapi, mungkin karena gak biasa, kita jadi udah terkunci dia di Choco no Yukue. Untuk ukuran baru 3 kali bawa Wimbledon, dia oke banget

5. Nina

Si cengo.... jujur kalo liat dari Pajama Drive dia yang cuma main di Tenshi no Shippo, gak nyangka dia akan jadi under untuk lagu Imba macem Ame no Pianist/Kono Mune no Barcode. Tampang slengean pas MC dia ilang sama sekali saat membawakan dua lagu itu, digantikan dengan Nina yang Bengis (lol) untuk Ame no Pianist dan Nina si galau untuk barcode. Setelah Yukka, mungkin dia adalah salah satu member yang paling versatile di Gen 3.

6. Tya

Ratu Api.... dengan dance yang menyentak dan semangat yang membara (pardon the pun), dia sukses membakar theater. Walau Ame no Pianist tanpa Andela bisa dibilang Unit Song terlemah di TwT (karena yang bawa semuanya mantan Junshu, jadi feelnya cuma seksi aja. gak ada feel kelam), tapi Innocence dengan center Tya jadi Innocence level elit. Cetar banget hahaha.

7. Sofia

Si penyuka warna pink yang berotot. Di plot sebagai Under untuk Anin, dia bisa membuat Wimbledon dia wimbledon  yang berbeda, tapi masih bisa mempertahankan feel yang selalu anin bawakan. a great backup, tapi kita yakin dia masih punya banyak untuk diberikan. Lain kali jangan nahan diri lagi ya :)

8. Farin

Terakhir, Farin. Si tembem ini mungkin banyak di overlook oleh fans, but she can sing.... Karena itulah dia di plot sebagai under Chika. Tinggal menunggu waktu sampai dia bisa 'lepas' dan gak malu-malu lagi. Jujur aja, sayang sebenernya dia sebagai salah satu 'opsi terakhir' JOT untuk mengisi show.

Supaya jelas saja, bukan hanya ke delapan member yang disebut yang tampil bagus. member yang sering di katain 'kresek lecek' (tau lah siapa) pun sudah mulai keluar dari cangkangnya. In fact, semua tampil bagus.

Memang, ada kelemahan di Ame no Pianist, karena tidak ada yang bisa menggantikan keganasan Andela di unit song itu. Di seluruh JKT48, hanya 1 yang mungkin bisa menggantikan dia secara total. Di team T, pengganti terbaiknya hanya bisa mendekati, tidak bisa menggantikan. Tapi kelemahan di Unit itu tertutup oleh performance di group song dan MC.

Dan yang menyenangkan, trainee di TwT TIDAK di kumpulkan di unit song 'sisa'. Mereka diizinkan perform unit sakral seperti Glory Days dan Ame no Pianist. (buat pembaca setia blog ini, pasti tau maksud kami apa hahah)

Yah, sekian dulu dari kami. Feel free to comment or mention us Directly at @Light_Unit

See you next time

-Light-

Monday, May 04, 2015

Pemilu 2015 JKT48

Holla
2 Mei 2015 kemarin, JKT48 mengumumkan jajaran member yang akan membawakan single dan coupling ke 10 JKT48 yang akan dirilis 27 Mei mendatang. Hasil dari pemilihan yang bisa juga disebut Pemilunya JKT48 ini cukup menarik. Terutama dengan jebloknya peringkat anak-anak andalan team KIII seperti Yona, Thalia, Hanna; tembusnya Sisil dan Uty yang awalnya diremehkan; bergesernya peta kekuatan di tim J dengan Melody turun dari tahta tertinggi; serta munculnya generasi baru perusak dominasi generasi awal (Center UG dari tim T dan ace dari tim T tembus posisi 5 besar)

Di sini, kami di Light Unit mengamati bahwa dalam minggu-minggu menuju pengumuman, yang terjadi bisa diramal berdasarkan kondisi ketiga tim itu sendiri.

1. Andalan-andalan KIII tidak mampu bersaing

KIII, kalo mau jujur, saat ini sedang mengalami fase terendah dalam masa mereka di JKT48. Bagaimana tidak, theater mereka, walau ada sentaisai sekalipun, masih lebih sepi daripada theater Tim T yang tanpa event apa-apa. Sentaisai Chikano Rina, theater tidak terisi penuh. 50 shownya Rina pun, bingo hijau hanya 12 dan biru hanya 6.

Kita gak tau kenapa tapi fans KIII tampaknya mulai meninggalkan mereka (mungkin terpengaruh kasus? 2 member mereka terjerat kasus pada masa pemilihan). Memang secara voting mereka masih bagus, tapi dukungan itu perlahan memudar.

Apalagi kalau melihat bahwa KIII hanya menempatkan 4 member di jajaran senbatsu. Udah gitu, posisi center UG pun gagal mereka rebut. sakitnya dobel hahaha. Plus, ke mana member2 seperti Acha, Della dkk?

P.S: Ace KIII yang masuk Kami7 pun menurut kami blunder dengan bilang "ingin membuat semua orang menyukai aku" That is impossible. Lagipula, dengan bilang gitu, dia menunjukkan kalo dia insecure

2. Tim J masih dominan, tapi mulai sombong

Tim J masih bisa dibilang sebagai penguasa JKT48. Tapi, ada tapinya nih. Ada dari mereka ada yang speechnya rada menyebalkan dan borderline tidak bersyukur. Misalnya: "walaupun hanya undergirls...", atau yang tipu-tipu "menemukan keluarga...." padahal kalo kena shuffle mau grad.

Memang mereka generasi yang membangun JKT dari nol. tapi mereka harus sadar kalo JKT itu gak hanya tim J. Yang masuk ke undergirls harus bersyukur bisa masuk, ada banyak member yang ingin banget masuk walaupun undergirls.

Terus kalo kena shuffle, jangan lari, tapi tampil dengan baik di tim baru. Bukannya justru dengan terpencar dari tim J yang lain bisa menunjukkan keunggulan mereka ketika mereka tampil di tim Baru? Apalagi selama ini mereka mendendangkan "tim terkuat itu J J J". Harusnya gak peduli di tim mana, mereka bisa menunjukkan yang terbaik. Lagian, bukannya harusnya JKT48 itu keluarga besar? bukan tim J 1 keluarga, KIII 1 keluarga, T 1 Keluarga, Trainee 1 keluarga

3. Gen 3 anak tiri, tapi berhasil merebut hati fans

Bisa dibilang Gen 3 adalah generasi yang gak beruntung di JKT48. Mereka tidak didukung fans karena kotak-kotakan BS. Untungnya, para ace dari generasi tiga telah membangun fanbase yang cukup solid untuk menembus 32 besar. 5 Andalan dari Generasi 3 yaitu Shani, Michelle, Desy, Elaine dan Andela berhasil menembus tembok dominasi senior.

Walau sedikit, tapi bisa dibilang ini pemilu yang sukses untuk mereka. Selain berhasil masukin 5 nama, center undergirls bisa mereka rebut dan ada 1 dari mereka berhasil menembus kami 7.

Sayang karena contoh yang gak baik dari kakak-kakaknya, mereka jadi kotak-kotakan juga. Terlihat di posting twitter dan speech yang tembus ke kami7. Walau begitu, kami melihatnya ini sebagai reaksi atas kotak-kotakan kakak-kakaknya.

Yang jelas, Tim T ini, ketika waktunya tiba, akan jadi penguasa JKT48. Apalagi sudah terang-terangan menantang ingin merebut posisi puncak di pemilihan berikutnya. Layak ditunggu ketika waktunya sampai nanti

Yah sekian dari kami. Buat yang gak sadar: Ya, ini artikel nyari ribut. silahkan kalo mau tubir di bagian komentar atau mention kami di  @Light_unit.

Sampai ketemu di artikel selanjutnya :)

Friday, May 01, 2015

Bergandengan Tangan dengan Fans, Tim T Melaju Kencang

Holla

Bulan April ini, Tim T benar-benar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rasanya gak percaya kalau setlist mereka, Te wo Tsunaginagara baru dipentaskan satu setengah bulan. Kekompakan, chemistry, dan power dari tim T tampak jelas sekali di setlist ini. Sambil menggandeng fans mereka, tim T berlari kencang menuju tanah yang dijanjikan (aoaab bahasanya?! puitis banget wkwkwkwk)

Pertama kali melihat mereka tampil di setlist ini, kami sudah terpana banget karena shonichi yang sangat rapih dan menyenangkan. Walau begitu, tim T terus meningkatkan penampilannya sedikit demi sedikit, sampai pada satu hari yang memicu semangat tim T.

Hari itu adalah Hari sabtu, tanggal 4 April 2015, di mana theater tim T dipadati oleh bebek karet yang (walaupun berisiknya setengah mati) membuat tim T terpacu untuk menampilkan yang terbaik. Melihat Dukungan fans yang luar biasa dan kompak membuat mereka ingin habis-habisan di setiap show demi membayar dukungan fans.

Kenapa hal ini memicu tim T? karena tim T (terutama yang hari itu ulang tahun) pasti kaget liat fans mau bersusah payah membuatkan project yang mengeluarkan uang yang tentu tak sedikit. Ibaratnya mereka liat orang mau puasa nahan laper, nembus traffic, demi ngasi mereka gift/nonton theater, tentu gak mau dong mereka ngecewain orang itu.

Selain itu, kemungkinan mereka juga terpacu oleh fakta bahwam, walaupun theater saat ini sedang mengalami penurunan pengunjung, theater mereka tetap ramai dikunjungi. Maaf untuk fans tim sebelah, tapi kenyataannya Tim T saat ini memiliki tingkat yang berbeda dengan dua tim lain.

Bisa terbukti ketika Show Sentaisai dari Chikano Rina atau salah satu show senshuuraku DnT (yang membernya teriak2 depan theater nyuruh WL), theater tidak terisi penuh, bahkan kalah rame sama tim T yang 'hanya' show biasa tanpa ada yang ulang tahun (show terakhir Bulan april saja, buset dah, penuh banget. Standing kanan penuh, Kiri ke isi hampir setengah)

Walau mungkin terbantu fakta bahwa setlist mereka sangat 'fresh', penampilan tim T tidak mengandalkan itu saja. Perubahan-perubahan kecil mereka lakukan untuk memperbaiki penampilan mereka setiap naik panggung. Misalnya saja, Michelle yang dulu ekspresi di Innocence nya flat banget, sekarang bisa mempertahankan ekspresi misterius yang cocok dengan lagu yang (Sangat) bukan untuk tim T haha. Di Unit, perlahan Michelle makin terlihat nyaman dengan perannya dan mampu tampil layaknya center alias gak ketutupan Sisca dan Gracia yang juga makin ekspresif di lagu Glory Days

Elaine, Desy, dan Chika makin lama makin padu di Unit dan di group, mereka bisa di bilang menguasai lagu-lagu grup dengan baik. Dari trio tua, We expect nothing less. Yang keren sih tiap Elaine dan Desy bentuk hati dengan tangan, sekarang makin mengalir dan gak 'nyari' kaya dulu lagi. heheh. Chika sendiri juga bisa tone down power yang dia punya sehingga mereka bertiga sangat cocok di unit mereka (despite the height disparity)

Angel atau Anin yang notabene anak kecil juga bisa memainkan ekspresi yang baik saat membawakan lagu Innocence. Mereka juga akhirnya bisa membuat Wimbledon e Tsurette itte jadi show 3 orang dan bukan show solo Shani dengan 2 Ekstra (HAHA). Shani sendiri sepertinya mendengarkan kritik-kritik dari fans dan menyesuaikan penampilannya. Di Romance Rocket, gerakan dia lebih santai dan tidak terkesan dipaksakan seperti beberapa penampilan awal. Dia juga makin berani natap fans (dulu dia sering menghindari eye contact)

Bahkan Nadse yang awalnya banyak orang bilang gak terlalu bagus di Ame no Pianist bisa tampil baik sejak dia kembali tampil (sempat absen beberapa kali). Walaupun kita akuin Nina masih lebih bagus. Tapi Nadse gak sejelek orang bilang lah. Malah bagus, sayang aja di unit dia ada Andela. Sementara Manda makin energik dan makin sinkron dengan kedua rekannya. Sayang kadang lupa diri dan bawa-bawa feel Junjou Shugi hahaha

Untuk batch terakhir, yaitu Okta, Aurel, Grace dan Feni, mereka juga makin keren. Okta makin terbuka pas MC, Aurel dan Grace udah nyaman performnya, sementara Feni meningkat pesat. Dia sudah bisa pimpin MC dan performnya pun sangat energik dan penuh ekspresi. Mereka berempat berhasil membuat lagu yang bisa dibilang mood killer karena sebelumnya di hantam Ame no Pianist jadi lagu yang menyenangkan untuk di lihat.

Semua member yang tampil di TwT mengalami kenaikan yang signifikan, termasuk para Trainee seperti Nina dan Steffi. Kelemahan-kelemahan kecil yang terlihat di bulan Maret perlahan tertutup.

Puncak dari penampilan mereka jatuh di hari Selasa 28 April 2015, dimana Andela atau bisa dibilang Center tim T merayakan Sentaisainya. Dengan tambahan semangat dari Andelaice yang melaksanakan project yang sangat rapih dan unik, Andela terdorong untuk tampil di Level Veranda, dan karena dia Center, teman-temannya secara tak sadar juga terangkat penampilannya. (Trivia: Dari Info di theater, Birthday Photo Andela Ludes dalam waktu 40 menit. Just for fun aja)

Untuk Tim T, masa depan mereka terbuka lebar. Apalagi, walaupun show 28 April disebut show puncak, penampilan mereka tidak menurun di show tanggal 30 April, dan masih membuat para penonton terpesona. Memang sih kalah Dahsyat, tapi masih level "sangat bagus" ehehheheh.

Berikut ada beberapa Award

Performer of the Month: Andela
Most Improved Performer: Shani
17th Girl of the Month (award untuk Under yang tampil konsisten): Nina

Yah, sekian rant dari kami. Kami kebetulan nonton Semua Show tim T bulan April. Jadi mungkin hanya ini satu2nya review yang mencakup show selama sebulan hahah

-Light-