Sunday, October 18, 2015

Team T Member Profile: Aninditha Rahma Cahyadi

"Bagaikan angin yang akan selalu menghembuskan keceriaan pada hari-harimu. Aku Anin."


Hai, Supaya blog ini gak terlalu sepi, every once in a while, kita akan bikin profile singkat member Team T yang dirumuskan (alah bahasanya) berdasarkan pengamatan saat mereka perform dan kelakuan di twitter.

Kita mulai untuk yang pertama ini dengan si adik impian, Aninditha Rahma Cahyadi.

Yang pertama terbersit di pikiran kita ketika liat Anin perform adalah, dia centil banget! eyelocknya ke penonton, tingkah lakunya, bahkan cara berbicaranya kadang bikin kita pingin jedotin kepala ke tiang theater hahahah. Kelakuannya di twitter pun cukup bikin sakit kepala karena suka gombal dan manja. sulit dipercaya kalo tahun depan dia punya KTP

Walau begitu, dia salah satu member top di tim T. Terbukti dengan dipercayakannya posisi Wimbledon Biru kepadanya saat yang original sedang tidak dapat tampil. Penampilannya pun (walau genitnya minta ampun) sangat menyenangkan dilihat. Tampil dengan bahagia dan tanpa beban (sebagian besar) sehingga yang nonton pun senang liatnya. Improvisasinya (sempat teruji saat ia tak punya partner di Te wo Tsunaginagara 18 Okt 2015) juga sangat baik

Untuk Fanservice, tidak dapat dipungkiri bisa jadi salah satu yang paling baik. Lagaknya yang manja jadi daya tarik tersendiri. Selain itu, dia juga pandai liat peluang untuk 'merebut' fans member lain. Cukup terlihat dari jumlah MVP nya per 18 Okt 2015 yang tidak ada MVP 100. Hanya 2 orang MVP 200. Silahkan simpulkan sendiri heheh.

Yang mungkin agak disayangkan adalah dia terlalu gampang ngasih 'waro'. Ini bisa jadi poin positif ataupun negatif tergantung darimana liatnya.

Intinya sih, kalo belum punya oshi, Anin bisa jadi pilihan utama karena dia ramah dan kalau kalian suka ama anak manja, dia salah satu pilihan utama. Cuma kalian jangan baperan kalo liat dia ngewaro fans lain heheh (ada lho yang baper liat member waro fans lain, ADA)

Sekian dulu untuk profil Anin, Kalo ada yang mau oshinya kita profile, leave it down in the comment section below. Kalo kita ada waktu nanti kita buatin

Sampai jumpa di post berikutnya!

-Light-

Sunday, September 06, 2015

Team T: Proving they are not done

Yup, Title yang sangat provokatif. heheheh. Biarlah. Sekali2 nyebelin boleh kan?

Seperti yang kita tahu, 5-6 September 2015, JOT mengadu-domba ketiga tim di JKT48. Ketiga tim akan membawakan setlist Renai Kinshi Jourei (Aturan Anti Cinta) Secara berurutan. Sebagai pendukung tim T, kami jujur penasaran banget dengan RKJ versi tim T pasca resmi mundurnya Andela pada 4 September 2015.

Selama ini, Tim T disebut sangat bergantung pada Andela karena dialah yang memimpin tim T setiap ada performance. Oleh karena itu, ketika dia menyatakan bahwa dia selesai di JKT48, banyak yang memprediksi tim T akan kolaps. Apalagi ace tim T yang lain, Elaine Hartanto, terlibat dalam Trade antara J dan T yang mengirim Haruka ke T untuk mengisi posisi Elaine yang dicomot oleh tim J.

Namun, perlahan tapi pasti, Tim T menunjukkan bahwa mereka belum habis. Michelle, satu-satunya ace yang tersisa pasca reshuffle dan mundurnya Andela mulai menunjukkan sinarnya sebagai masa depan JKT48. Shani yang selalu main aman ketika perform pun mulai berani mengambil resiko dan memberikan performance yang sangat bagus untuk mengisi posisi Andela di unit song.

Bahu-membahu mereka berusaha menyokong tim T agar tidak tenggelam. Walau, tentu saja, Andela, sang Idol Editan, tidak akan tergantikan. Mungkin karena itulah JOT memutuskan untuk mengembalikan blocking ke blocking tim S dimana Michelle akan Mengisi Posisi Jurina sebagai center setlist, sedangkan Shani akan mengisi posisi Matsuren. Karena untuk menggantikan Andela tidak mudah. Harapannya mungkin agar beban itu terbagi ke dua orang.

However, Masalah muncul karena mereka harus mementaskan setlist RKJ karena setlist ini sudah pernah ditampilkan kedua tim lain. Hanya mereka yang belum. Setlist yang anggun dan dewasa serta menekankan kepada pembawaan dibandingkan gerakan. Mereka tertolong ada Haruka. Tapi pertanyaan besarnya, siapa yang akan menjadi center? Apakah Shani, atau Michelle?

Jadi Center di RKJ berarti akan membawakan Kuroi Tenshi, dan itu berarti Shani akan lebih cocok. Masalah kedua, kalau Shani yang Kuroi Tenshi, siapa yang akan jadi 'Stella' tim T?

Show siang tadi menjawab pertanyaan itu. Ternyata Shani akan bertahan di RKJ dan sebagai center setlist dipilih....... Shania Gracia. Yup. You read that right. Gracia akan mengisi posisi 0 di RKJnyaTeamT

Jujur aja, kita kaget. Gracia boro-boro pernah jadi center setlist. Center unit aja gak pernah dan dia akan mengisi posisi center di setlist yang (bener-bener) gak cocok buat tim T?

Hebatnya, Gracia did her job, very well if we might add. Dengan Anin dan Cesen di sisinya, ia bawakan Kuroi Tenshi yang sakral itu dengan baik. Overall, menurut kami ia bisa membawakan feel Renai Kinshi Jourei dengan sangat baik.

Hal ini tentu angin segar untuk tim T. Dengan Gracia yang belum pernah jadi center sama sekali bisa membawakan setlist yang sulit ini dengan baik, siapa tau... mungkin tim T masih memiliki berlian-berlian yang tersembunyi dalam batu. Mereka baru 1 setengah tahun di JKT48. Banyak yang sudah mulai keliatan sinarnya. tapi ternyata cukup banyak juga yang masih tersembunyi.

Misalnya, Anin. Walau kita sering ngecengin dia sok seksi, tapi ternyata ketika bawain lagu seksi beneran, dia bagus. Sama halnya dengan cesen. Sebelumnya kita pikir dia tipe2 power gitu, tapi ternyata bisa bawain Kuroten.

Mundurnya Andela mungkin bisa dibilang blessing in disguise. Tanpa Andela yang menyita perhatian penonton (jujur lho. Soalnya waktu itu ada yang bilang kalo dia nonton TwT karena Andela) member-member lain mulai keluar dari cangkangnya dan terlihat sinarnya.

Who knows? In the future we may see someone like Steffi leading Ame no Pianist, or maybe even someone that is always out of the spotlight like Okta.

Show RKJnyaTeamT membuktikan bahwa tim T memiliki banyak potensi center. I mean, siapa, SIAPA dari kalian yang nyangka Gracia center di Kuroi Tenshi? Show yang membuktikan bahwa tim T lebih dari sekedar Andela-Elaine-Shani-Michelle

Semoga dengan ini, tim T bisa kembali ke level tinggi dan bersaing dengan tim J dan KIII.

Regards


Light Unit

Monday, August 10, 2015

Terima Kasih, Andela Yuwono #TerimaKasihAndela

10 Agustus 2015 menjadi hari yang berat. Siang hari, Ace dan Center dari tim T, Andela Yuwono, melalui akun twitter resminya, mengumumkan pengunduran dirinya. Diperkuat oleh pengumuman oleh Official Team pada 04 September 2015


Hal ini memukul kami dengan telak. Walau kami berusaha menerimanya, sebagian kecil hati kami bertanya kenapa. Andela yang sejak Hari Pertama sangat bersemangat dan passionate, justru berhenti setelah 1 tahun.

Pembaca tentu ingat tahun lalu setelah Shonichi Pajama Drive kami memprediksi bahwa Andela akan menjadi jangkar dari generasi 3. Saat itu kami berpikir Andela akan berkarir lama di JKT48 serta mungkin, MUNGKIN menurunkan Melody dari posisi center abadi dan menjadi muka baru JKT48. Jujur kami punya banyak harapan ke anak ini

Tapi apa daya? Setelah sempat dirumorkan menjadi center single ke 11, Andela memutuskan untuk mundur dari JKT48.

Tidak ada lagi kegombalan Andela yang khas di MC
Tidak ada lagi aksen medhok nya yang disayangi para fansnya
Tidak ada lagi panah yang meluncur di setiap perkenalan sang srikandi cantik

Light Unit pun bertanya, Apa yang salah dari cara kami mendukungnya? Memang kami keras dalam mengkritik, tapi kami kritik untuk kebaikan dia. 

Apakah karena kami selalu mention yang kasar ketika dia tidak perform dan merumorkan yang tidak-tidak walaupun itu dimaksud untuk seru-seruan saja?

Apakah karena tulisan kami yang mancing tubir di blog mengenai dia jadi center dan mengungkap banyak yang membencinya?

Apakah karena kami tidak mencegah pemberi jari tengah saat mereka theater?


So many question. tanpa jawaban yang pasti.

Yang jelas kami merasa bersalah kepada dia. Maukah kamu memaafkan kami, Andela?

Ingin sekali kami bertemu dengan Andela untuk terakhir kalinya sebagai member JKT48. Akankah dipenuhi oleh JOT tanggal 17 nanti?

kalau mau buka rahasia, kami sejak 2 mei sudah mempersiapkan dana untuk Andela demi meraih impian yang ia nyatakan saat terpilih menjadi posisi 4 di JKT48, yaitu pada Sousenkyo berikutnya, ia ingin menjadi center. Sayangnya, melihat Andela di posisi 0 didampingi Melody, Veranda dan lainnya mungkin tinggal impian.

Kalo boleh jujur, kami gak rela perjuangan dia berhenti begitu saja. Kami terus melihat dia di atas panggung bersama tim T. memang setiap member akan ada yang namanya lulus, tapi kami tidak menyangka akan secepat ini.

Untuk Andela, terima kasih udah memberikan kami kenangan selama 1 tahun ini. It was short, but it was fun. Makasi untuk setiap hitouch yang selalu berkesan, senyuman yang kamu lemparkan pada kami ketika bertemu di luar theater. Terima kasih telah bikin kami gesrek saat konser peluncuran Gingham Check, Setiap theater, baik Pajama maupun #TewoTeran. Setiap Panah yang kamu luncurkan. Serta kenangan baik 2shot maupun HS.

Walaupun sebentar, terima kasih telah memberikan kami dunia mimpi yang luar biasa, mimpi dimana tim T sebagai tim termuda sanggup bersaing toe-to-toe dengan tim-tim tetangga.

Semoga kamu cepat sembuh dan sukses kuliah dan karirnya nanti. Maaf banget kalo selama mendukung kami suka membuat pernyataan yang tak berkenan di hatimu


Salam,


Light Unit

Thursday, July 09, 2015

Rumor Single ke 11 JKT48 Ungkap Kebencian Fans

Tanggal 8 Juli kemarin rumor mengenai single ke 11 JKT48 dihembuskan oleh beberapa fanbase. Seperti tahun-tahun sebelumnya, single ke 11 ini dirumorkan akan mengadaptasi single yang merupakan hasil dari SSK AKB48, yaitu Halloween Night. Rumor ini juga mencakup Center untuk Single tersebut.

Rumor ini secara langsung mengungkap sesuatu yang tidak diduga: Andela bukanlah sosok yang disukai oleh para fans (Diluar Andelaice dan Fans Gen 3 tentunya)

Bisa terlihat sekali dari twit2 dan komen ini 





Kesuksesan fans Andela membawa ia menembus dominasi senior di Sousenkyou JKT48 Mei lalu ternyata tidak berbanding lurus dengan jumlah fans yang menyukai dia. Banyak rumor yang terdengar mulai dari dia 'diberikan' posisi nomor 4 di SSK, sampai yang barusan (yang padahal baru rumor) bahwa dia beli posisi center.

Pembaca setia blog kami pasti tahu bahwa kami sangat menyukai penampilan Andela saat memimpin timnya di theater. Karena itu pula kami sedih begitu tahu banyak fans yang membencinya. Padahal ini baru rumor. Dan ini menunjukkan betapa kuatnya tembok antar tim/gen yang ada di JKT48.

Memang kami subjektif dengan bilang Andela bagus. Itu memang pendapat kami. Tapi kami rasa gak adil kalau dia sudah di dub 'tidak pantas' jadi center padahal belum di coba. Padahal di TwT, dia membawakan unit sakral dan rata2 fans yang menonton suka.

Kenapa pada benci? kami tak habis pikir. Apa karena staminanya lemah dan saat ini sedang sakit jadi tidak dianggap pantas? Apa karena dia masih relatif baru sehingga tidak dianggap layak jadi center?

Leave your thought down in the comment section! Mari kita debatkan kenapa Andela menuai kebencian fans dan kenapa dia tidak layak jadi center single? Dancenya jelek? Suaranya jelek?

NB: Supaya kamu tahu aja Ndel, kami mendukungmu sepenuhnya untuk meraih mimpimu jadi Center JKT48!

Sunday, May 31, 2015

Shani Shines Brightly: Te wo Tsunaginagara May 31st, 2015 [14:00/19:00]

Holla, back with another review from Team T. This time we will be focusing on one of the Members, Shani Indira Natio.


Shani Indira Natio

It is pretty well documented how much we love Shani's game. Since day one we've been saying she may be the Veranda of Generation 3. I mean, getting us to love her performance in Temodemo no Namida is NOT an easy task by any mean. That being said, lately, she has really been stepping up her performance. Little adjustments were made to get the audience to pay close attention to her, either that is her super mean bullying MC or in songs. And it pays off, BIG TIME!

Then, she was finally given the chance that she used to have back in her days during Pajama Drive, to be the center of team T setlist. This time, we feel like she has an uphill battle because Te wo Tsunaginagara is a crazy-hard setlist filled with naughty borderline perverted songs, cute songs, nonsense songs, and powerful songs

Incredibly, Shani did really well as the center of Te wo Tsunaginagara. Of course, she cannot match Andela who, by far, is more experienced with this setlist center position and sets insanely high standard for anyone filling in for her.

However, Shani give this setlist a different feel. With Andela, some of the songs like Innocence or Mango No. 2 feel a little on the flirtatious side. With Shani, same songs feel more 'jual mahal' hahahah.

With Shani being center, we finally get a chance to see her doing Ame no Pianist (one of our members asked Shani on G+ if she wanted to try Ame no Pianist). As stated above, she owns that song in a different way. Andela's Ame no Pianist is rather Dark and Vicious. With Shani however, that song feels more elegant like a Lady.

Now that we think about it, maybe that is the one quality that Shani possess. We remember back to the second 'Mulai Sekarang Sungguh2' event that she made the usually full of energy Renai Kinshi Jourei become more lady like. She just have that charisma of a lady. Then again she can be extremely cute when she wants to, proven with her Original unit, Wimbledon e Tsurette Itte.

Maybe she is the Veranda of Generation 3. Rather out of the spotlight, but noticed by a lot of people. When her number is called, she's gonna step up and provide what her team needs. Veranda did that during Renai Kinshi Jourei days when no one is available for the Center of Renai Kinshi Jourei song, or when she was called to fill in for Melody back in their Pajama Drive days.

For those who follows team T closely, We suggest you keep a close eye on Shani. Who knows, we may be seeing a legend in the making. Together with Andela and Michelle, Shani will form the big three of Team T.

Well, there you have it guys, another short rant from us. As always feel free to leave comments down below or mention us directly on twitter (@Light_Unit). Thanks for reading, and as always, we will see you in the next post!

-Light-

Thursday, May 14, 2015

Team T: No Ace, No Problem [14052015 14:00/19:00]

Holla, kembali bersama kami di review show dari JKT48 team T. Kali ini kami akan review singkat show dengan shuffle member besar-besaran. Mungkin shuffle paling signifikan sepanjang sejarah tim T.

Selama ini, tim T relatif lengkap membernya, hanya menyelipkan Trainee secara berkala untuk menggantikan member yang tidak bisa tampil karena kegiatan/sakit. Tapi khusus 2 hari (13-14 Mei 2015), team T terpaksa memasukkan 5 member trainee sekaligus karena kegiatan JKT48 untuk 5 member tim T. Tak main-main, posisi yang digantikan merupakan posisi penting di Te wo Tsunaginagara, posisi Andela, Michelle, Shani, Elaine dan Desy.

Hebatnya, walau bisa dibilang mereka tampil dengan member 'cadangan', kualitas show tidak drop terlalu jauh. Walau, tentu saja, show tidak sebaik apabila ke-lima member tersebut tampil, setidaknya shownya tidak drop ke level 'cukup'.

Ada beberapa kunci kenapa tim T bisa mempertahankan level mereka walau member-member utama dibangkucadangkan. Walau secara keseluruhan semua member meningkatkan performnya untuk mengisi kekurangan member utama, tapi member berikut paling signifikan

1. Chika

Member yang sangat Durable ini sejak setlist Pajama Drive telah mencuri perhatian banyak orang karena bertindak sebagai double team untuk tim Merah dan Putih. Penampilannya yang konsisten dan eksplosif membuat banyak orang terpana. Dan pada kesempatan ini, ia mendapat posisi cukup depan untuk mendemonstrasikan bahwa dia patut diperhitungkan sebagai ace team T, Kemampuan bernyanyi dan Koreografinya keren banget

2. Anin

Si adik impian yang mulai (sok) dewasa. Tapi justru lagaknya yang sok seksi ini jadi daya tarik utamanya karena mukanya yang masih anak kecil. Ketika monolog Mango no. 2, "Ah" nya dibikin sok seperti desahan hahaha

Tapi dibalik kelakuan diluar umurnya dia, tersimpan potensi yang besar. Walau menempati posisi baru sebagai Center Wimbledon e Tsurette itte (dengan partner-partner yang relatif baru juga) ia mampu sinkron dengan rekan-rekan barunya. Gak terlalu jauh dari Wimbledon biru asli, Shani. (malah tadi dibercandain Andela, "Shani kok kamu jadi Pendek" hahahaha)

3. Angel

Kalo pertama liat Angel MC, kesannya bocah banget ya, karena suaranya yang cempreng dan (karena nadanya) manja. Jujur aja kita kaget dia di plot jadi backup Michelle. Tapi ternyata dia cukup baik bawain Glory Days, walaupun feel Glory Days nya jadi bocah hahaha.

4. Feni

Yah, kira-kira sama sama Angel, kalo liat dia bocah banget. Apalagi ketawanya. haha. Tetap saja ternyata dia salah satu member yang mengejutkan. Secara teknis, Wimbledon memang bisa dibilang cocok buat dia, tapi, mungkin karena gak biasa, kita jadi udah terkunci dia di Choco no Yukue. Untuk ukuran baru 3 kali bawa Wimbledon, dia oke banget

5. Nina

Si cengo.... jujur kalo liat dari Pajama Drive dia yang cuma main di Tenshi no Shippo, gak nyangka dia akan jadi under untuk lagu Imba macem Ame no Pianist/Kono Mune no Barcode. Tampang slengean pas MC dia ilang sama sekali saat membawakan dua lagu itu, digantikan dengan Nina yang Bengis (lol) untuk Ame no Pianist dan Nina si galau untuk barcode. Setelah Yukka, mungkin dia adalah salah satu member yang paling versatile di Gen 3.

6. Tya

Ratu Api.... dengan dance yang menyentak dan semangat yang membara (pardon the pun), dia sukses membakar theater. Walau Ame no Pianist tanpa Andela bisa dibilang Unit Song terlemah di TwT (karena yang bawa semuanya mantan Junshu, jadi feelnya cuma seksi aja. gak ada feel kelam), tapi Innocence dengan center Tya jadi Innocence level elit. Cetar banget hahaha.

7. Sofia

Si penyuka warna pink yang berotot. Di plot sebagai Under untuk Anin, dia bisa membuat Wimbledon dia wimbledon  yang berbeda, tapi masih bisa mempertahankan feel yang selalu anin bawakan. a great backup, tapi kita yakin dia masih punya banyak untuk diberikan. Lain kali jangan nahan diri lagi ya :)

8. Farin

Terakhir, Farin. Si tembem ini mungkin banyak di overlook oleh fans, but she can sing.... Karena itulah dia di plot sebagai under Chika. Tinggal menunggu waktu sampai dia bisa 'lepas' dan gak malu-malu lagi. Jujur aja, sayang sebenernya dia sebagai salah satu 'opsi terakhir' JOT untuk mengisi show.

Supaya jelas saja, bukan hanya ke delapan member yang disebut yang tampil bagus. member yang sering di katain 'kresek lecek' (tau lah siapa) pun sudah mulai keluar dari cangkangnya. In fact, semua tampil bagus.

Memang, ada kelemahan di Ame no Pianist, karena tidak ada yang bisa menggantikan keganasan Andela di unit song itu. Di seluruh JKT48, hanya 1 yang mungkin bisa menggantikan dia secara total. Di team T, pengganti terbaiknya hanya bisa mendekati, tidak bisa menggantikan. Tapi kelemahan di Unit itu tertutup oleh performance di group song dan MC.

Dan yang menyenangkan, trainee di TwT TIDAK di kumpulkan di unit song 'sisa'. Mereka diizinkan perform unit sakral seperti Glory Days dan Ame no Pianist. (buat pembaca setia blog ini, pasti tau maksud kami apa hahah)

Yah, sekian dulu dari kami. Feel free to comment or mention us Directly at @Light_Unit

See you next time

-Light-

Monday, May 04, 2015

Pemilu 2015 JKT48

Holla
2 Mei 2015 kemarin, JKT48 mengumumkan jajaran member yang akan membawakan single dan coupling ke 10 JKT48 yang akan dirilis 27 Mei mendatang. Hasil dari pemilihan yang bisa juga disebut Pemilunya JKT48 ini cukup menarik. Terutama dengan jebloknya peringkat anak-anak andalan team KIII seperti Yona, Thalia, Hanna; tembusnya Sisil dan Uty yang awalnya diremehkan; bergesernya peta kekuatan di tim J dengan Melody turun dari tahta tertinggi; serta munculnya generasi baru perusak dominasi generasi awal (Center UG dari tim T dan ace dari tim T tembus posisi 5 besar)

Di sini, kami di Light Unit mengamati bahwa dalam minggu-minggu menuju pengumuman, yang terjadi bisa diramal berdasarkan kondisi ketiga tim itu sendiri.

1. Andalan-andalan KIII tidak mampu bersaing

KIII, kalo mau jujur, saat ini sedang mengalami fase terendah dalam masa mereka di JKT48. Bagaimana tidak, theater mereka, walau ada sentaisai sekalipun, masih lebih sepi daripada theater Tim T yang tanpa event apa-apa. Sentaisai Chikano Rina, theater tidak terisi penuh. 50 shownya Rina pun, bingo hijau hanya 12 dan biru hanya 6.

Kita gak tau kenapa tapi fans KIII tampaknya mulai meninggalkan mereka (mungkin terpengaruh kasus? 2 member mereka terjerat kasus pada masa pemilihan). Memang secara voting mereka masih bagus, tapi dukungan itu perlahan memudar.

Apalagi kalau melihat bahwa KIII hanya menempatkan 4 member di jajaran senbatsu. Udah gitu, posisi center UG pun gagal mereka rebut. sakitnya dobel hahaha. Plus, ke mana member2 seperti Acha, Della dkk?

P.S: Ace KIII yang masuk Kami7 pun menurut kami blunder dengan bilang "ingin membuat semua orang menyukai aku" That is impossible. Lagipula, dengan bilang gitu, dia menunjukkan kalo dia insecure

2. Tim J masih dominan, tapi mulai sombong

Tim J masih bisa dibilang sebagai penguasa JKT48. Tapi, ada tapinya nih. Ada dari mereka ada yang speechnya rada menyebalkan dan borderline tidak bersyukur. Misalnya: "walaupun hanya undergirls...", atau yang tipu-tipu "menemukan keluarga...." padahal kalo kena shuffle mau grad.

Memang mereka generasi yang membangun JKT dari nol. tapi mereka harus sadar kalo JKT itu gak hanya tim J. Yang masuk ke undergirls harus bersyukur bisa masuk, ada banyak member yang ingin banget masuk walaupun undergirls.

Terus kalo kena shuffle, jangan lari, tapi tampil dengan baik di tim baru. Bukannya justru dengan terpencar dari tim J yang lain bisa menunjukkan keunggulan mereka ketika mereka tampil di tim Baru? Apalagi selama ini mereka mendendangkan "tim terkuat itu J J J". Harusnya gak peduli di tim mana, mereka bisa menunjukkan yang terbaik. Lagian, bukannya harusnya JKT48 itu keluarga besar? bukan tim J 1 keluarga, KIII 1 keluarga, T 1 Keluarga, Trainee 1 keluarga

3. Gen 3 anak tiri, tapi berhasil merebut hati fans

Bisa dibilang Gen 3 adalah generasi yang gak beruntung di JKT48. Mereka tidak didukung fans karena kotak-kotakan BS. Untungnya, para ace dari generasi tiga telah membangun fanbase yang cukup solid untuk menembus 32 besar. 5 Andalan dari Generasi 3 yaitu Shani, Michelle, Desy, Elaine dan Andela berhasil menembus tembok dominasi senior.

Walau sedikit, tapi bisa dibilang ini pemilu yang sukses untuk mereka. Selain berhasil masukin 5 nama, center undergirls bisa mereka rebut dan ada 1 dari mereka berhasil menembus kami 7.

Sayang karena contoh yang gak baik dari kakak-kakaknya, mereka jadi kotak-kotakan juga. Terlihat di posting twitter dan speech yang tembus ke kami7. Walau begitu, kami melihatnya ini sebagai reaksi atas kotak-kotakan kakak-kakaknya.

Yang jelas, Tim T ini, ketika waktunya tiba, akan jadi penguasa JKT48. Apalagi sudah terang-terangan menantang ingin merebut posisi puncak di pemilihan berikutnya. Layak ditunggu ketika waktunya sampai nanti

Yah sekian dari kami. Buat yang gak sadar: Ya, ini artikel nyari ribut. silahkan kalo mau tubir di bagian komentar atau mention kami di  @Light_unit.

Sampai ketemu di artikel selanjutnya :)

Friday, May 01, 2015

Bergandengan Tangan dengan Fans, Tim T Melaju Kencang

Holla

Bulan April ini, Tim T benar-benar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rasanya gak percaya kalau setlist mereka, Te wo Tsunaginagara baru dipentaskan satu setengah bulan. Kekompakan, chemistry, dan power dari tim T tampak jelas sekali di setlist ini. Sambil menggandeng fans mereka, tim T berlari kencang menuju tanah yang dijanjikan (aoaab bahasanya?! puitis banget wkwkwkwk)

Pertama kali melihat mereka tampil di setlist ini, kami sudah terpana banget karena shonichi yang sangat rapih dan menyenangkan. Walau begitu, tim T terus meningkatkan penampilannya sedikit demi sedikit, sampai pada satu hari yang memicu semangat tim T.

Hari itu adalah Hari sabtu, tanggal 4 April 2015, di mana theater tim T dipadati oleh bebek karet yang (walaupun berisiknya setengah mati) membuat tim T terpacu untuk menampilkan yang terbaik. Melihat Dukungan fans yang luar biasa dan kompak membuat mereka ingin habis-habisan di setiap show demi membayar dukungan fans.

Kenapa hal ini memicu tim T? karena tim T (terutama yang hari itu ulang tahun) pasti kaget liat fans mau bersusah payah membuatkan project yang mengeluarkan uang yang tentu tak sedikit. Ibaratnya mereka liat orang mau puasa nahan laper, nembus traffic, demi ngasi mereka gift/nonton theater, tentu gak mau dong mereka ngecewain orang itu.

Selain itu, kemungkinan mereka juga terpacu oleh fakta bahwam, walaupun theater saat ini sedang mengalami penurunan pengunjung, theater mereka tetap ramai dikunjungi. Maaf untuk fans tim sebelah, tapi kenyataannya Tim T saat ini memiliki tingkat yang berbeda dengan dua tim lain.

Bisa terbukti ketika Show Sentaisai dari Chikano Rina atau salah satu show senshuuraku DnT (yang membernya teriak2 depan theater nyuruh WL), theater tidak terisi penuh, bahkan kalah rame sama tim T yang 'hanya' show biasa tanpa ada yang ulang tahun (show terakhir Bulan april saja, buset dah, penuh banget. Standing kanan penuh, Kiri ke isi hampir setengah)

Walau mungkin terbantu fakta bahwa setlist mereka sangat 'fresh', penampilan tim T tidak mengandalkan itu saja. Perubahan-perubahan kecil mereka lakukan untuk memperbaiki penampilan mereka setiap naik panggung. Misalnya saja, Michelle yang dulu ekspresi di Innocence nya flat banget, sekarang bisa mempertahankan ekspresi misterius yang cocok dengan lagu yang (Sangat) bukan untuk tim T haha. Di Unit, perlahan Michelle makin terlihat nyaman dengan perannya dan mampu tampil layaknya center alias gak ketutupan Sisca dan Gracia yang juga makin ekspresif di lagu Glory Days

Elaine, Desy, dan Chika makin lama makin padu di Unit dan di group, mereka bisa di bilang menguasai lagu-lagu grup dengan baik. Dari trio tua, We expect nothing less. Yang keren sih tiap Elaine dan Desy bentuk hati dengan tangan, sekarang makin mengalir dan gak 'nyari' kaya dulu lagi. heheh. Chika sendiri juga bisa tone down power yang dia punya sehingga mereka bertiga sangat cocok di unit mereka (despite the height disparity)

Angel atau Anin yang notabene anak kecil juga bisa memainkan ekspresi yang baik saat membawakan lagu Innocence. Mereka juga akhirnya bisa membuat Wimbledon e Tsurette itte jadi show 3 orang dan bukan show solo Shani dengan 2 Ekstra (HAHA). Shani sendiri sepertinya mendengarkan kritik-kritik dari fans dan menyesuaikan penampilannya. Di Romance Rocket, gerakan dia lebih santai dan tidak terkesan dipaksakan seperti beberapa penampilan awal. Dia juga makin berani natap fans (dulu dia sering menghindari eye contact)

Bahkan Nadse yang awalnya banyak orang bilang gak terlalu bagus di Ame no Pianist bisa tampil baik sejak dia kembali tampil (sempat absen beberapa kali). Walaupun kita akuin Nina masih lebih bagus. Tapi Nadse gak sejelek orang bilang lah. Malah bagus, sayang aja di unit dia ada Andela. Sementara Manda makin energik dan makin sinkron dengan kedua rekannya. Sayang kadang lupa diri dan bawa-bawa feel Junjou Shugi hahaha

Untuk batch terakhir, yaitu Okta, Aurel, Grace dan Feni, mereka juga makin keren. Okta makin terbuka pas MC, Aurel dan Grace udah nyaman performnya, sementara Feni meningkat pesat. Dia sudah bisa pimpin MC dan performnya pun sangat energik dan penuh ekspresi. Mereka berempat berhasil membuat lagu yang bisa dibilang mood killer karena sebelumnya di hantam Ame no Pianist jadi lagu yang menyenangkan untuk di lihat.

Semua member yang tampil di TwT mengalami kenaikan yang signifikan, termasuk para Trainee seperti Nina dan Steffi. Kelemahan-kelemahan kecil yang terlihat di bulan Maret perlahan tertutup.

Puncak dari penampilan mereka jatuh di hari Selasa 28 April 2015, dimana Andela atau bisa dibilang Center tim T merayakan Sentaisainya. Dengan tambahan semangat dari Andelaice yang melaksanakan project yang sangat rapih dan unik, Andela terdorong untuk tampil di Level Veranda, dan karena dia Center, teman-temannya secara tak sadar juga terangkat penampilannya. (Trivia: Dari Info di theater, Birthday Photo Andela Ludes dalam waktu 40 menit. Just for fun aja)

Untuk Tim T, masa depan mereka terbuka lebar. Apalagi, walaupun show 28 April disebut show puncak, penampilan mereka tidak menurun di show tanggal 30 April, dan masih membuat para penonton terpesona. Memang sih kalah Dahsyat, tapi masih level "sangat bagus" ehehheheh.

Berikut ada beberapa Award

Performer of the Month: Andela
Most Improved Performer: Shani
17th Girl of the Month (award untuk Under yang tampil konsisten): Nina

Yah, sekian rant dari kami. Kami kebetulan nonton Semua Show tim T bulan April. Jadi mungkin hanya ini satu2nya review yang mencakup show selama sebulan hahah

-Light-

Monday, March 23, 2015

Thank You, Rizka Khalila


Holla.

Kadang, walaupun kita tahu hal itu akan datang, kita tetap merasakan sedih ketika hal itu datang. Itulah yang kami rasakan ketika akhirnya JKT48 Operational Team mengumumkan bahwa Rizka Khalila atau yang di kalangan fans lebih dikenal dengan Yukka telah mengundurkan diri dari JKT48

Jujur saja, kami udah lama banget sadar Yukka mungkin udah gak lama lagi akan ada di JKT48. Tepatnya, sejak event "Mulai Sekarang Sungguh2" part 2. Malah bisa di bilang ketika Reformat tim Trainee di Handshake event Kokoro no Placard bulan Desember 2014 lalu.

Memasuki bulan Maret, tepatnya tanggal 9 Maret kami bisa dibilang sudah pasti bahwa Yukka tinggal menunggu waktu saja. Kenapa? karena disaat member Generasi 3 yang lain sedang berlatih setlist baru, ia tidak ikut.

Andela makin memperkuat dugaan kami dengan posting di twitter


Bisa dibilang dia juga sudah tau. Karena itulah pemilihan katanya melibatkan "sampai kapanpun"

Sampai pada akhirnya, Yukka sendiri memberikan kode yang paling keras lewat post di G+ pada 14 Maret. 

Yah, lewat dari sini, kami bisa dibilang sudah mulai mempersiapkan diri untuk pengumuman itu. Akhirnya pada tanggal 23 Maret, JOT secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya.

Jujur, buat kami, ini berat. Kenapa? Karena kami sangat menyukai Yukka. Dia bisa dibilang salah satu penampil yang paling dinamis di seluruh JKT48. Hal ini keliatan banget ketika ia membawakan setlist Pajama Drive yang ada lagu kawaii, lagu dewasa, dan lagu power. Dia bisa menampilkan semua lagu di Pajama Drive dengan luar biasa. 

Selain itu, Yukka juga sangat pandai menyesuaikan dengan pasangannya di Unit. Karena dia di Unit Temodemo yang hanya berdua serta merupakan unit sakral di 48 Family, tekanan pada dirinya dan member lain yang membawakan unit ini sangat besar. Khusus untuk Yukka sendiri dia harus bisa menyesuaikan dengan partnernya karena dialah yang di posisi kedua lagu ini

Hebatnya, siapapun partner dia, dia bisa menyesuaikan. Mau itu Andela yang ekspresi sedihnya luar biasa, Milen yang lebih kawaii, ataupun Shani yang bisa dibilang perpaduan antara Kawaii atau galau. Siapapun yang jadi pasangan Yukka, ia bisa menyesuaikan performa nya agar selaras dengan partnernya. Hal ini jelas membuat kami kagum banget ama dia. Bakat seperti itu tidak muncul setiap tahun.

Untuk Yukka, (atau sekarang mau dipanggil Rizka?), kalo kamu baca ini, kami cuma mau bilang kami selalu menikmati setiap penampilanmu. Semoga kedepannya kita bisa ketemu ya. Maaf sampe kamu graduate kami belum sempat HS sama kamu. Wish u all the best from here on out. 

P.S. Kami sempat menghadiri show Terakhir Rizka Khalila yang juga Sentaisainya dan salah satu dari kami cukup beruntung bisa row 1, pas lagi dia yang paling pertama bilang kalo Yukka itu salah satu member yang paling versatile. Terima Kasih untuk Show terakhir yang menyenangkan. Sampai Berjumpa di kesempatan berikutnya ^^

Senshuuraku Rizka Khalila
Terima Kasih, Rizka Khalila untuk 1 tahun yang menyenangkan. All the Best for you ^^

-Light-

Wednesday, March 18, 2015

Stepping up their Game: JKT48 Team T 1st Stage - Te wo Tsunaginagara

Holla. Kembali lagi bersama kami di review setlist terbaru di JKT48 yang kali ini dipentaskan oleh tim termuda, tim T: Te wo Tsunaginagara (Sambil Menggenggam Erat Tanganku) atau disingkat TwT (hahahah)

Setelah diumumkan pada 24 Januari 2015 bahwa menyusul pembentukan, tim T akan diberikan setlist baru, pada tanggal 28 Februari 2015 di Handshake Festival single ke 8, Kaze wa Fuiteru, JOT memberitahu bahwa setlist baru untuk Tim T adalah Te wo Tsunaginagara yang akan mulai dipentaskan 15 Maret 2015.

Hal ini cukup menarik karena selain setlist ini setlist yang cukup rempong karena warisan dari Tim S, jarang sekali JOT langsung memberikan tanggal. Hal ini bisa berarti bahwa JOT asal memberi tanggal yang penting cepet perform, atau mereka merasa tim T mampu mementaskan setlist ini tanpa buang waktu banyak-banyak untuk latihan. Tentu saja, hal ini mengundang kami untuk membombardir aplikasi theater untuk shonichi

Hasilnya, gak bisa dibilang bagus, hanya dua orang yang verif dan itupun terpencar di show siang dan malam hahaha, yasudahlah. namanya juga shonichi, harus bersyukur udah verif. Berikut laporan mereka berdua setelah berdiskusi semalaman suntuk.

Seperti biasa, kalo gak ngaret, bukan Indonesia namanya. baik show malem dan show siang dua2nya ngaret hampir 15 menit. Mungkin faktor mau masukin sebanyak mungkin WL biar theaternya penuh banget. Untuk dua show ini, kami cukup beruntung bisa duduk di seat yang bagus walau gak row 1

Show dibuka dengan 4 lagu beruntun, Bokura no Kaze, Mango no. 2, Te wo Tsunaginagara, dan CHIME wa love song. Dari 4 lagu awal ini para member udah rapih banget blockingnya, walau di show 1 keliatan agak gugup, tapi mereka menampilkan dengan baik dan gak ada yang berantakan.

Setelah MC, masuk ke Unit song. Pertama ada Glory Days oleh Michelle, Gracia, Sisca. Jujur kami kaget Michelle dapet unit ini, karena koreografi unit ini ribet banget sebenernya. Apalagi di OFC Magz disebutkan kalau Michelle waktu dipilih membawakan unit Pajama Drive agak takut karena gerakannya terlalu rempong.

Hebatnya, di Shonichi ini dia bisa bawain dengan baik. Belum sampe level Jurina, tapi kalo inget dia di shonichi Pajama Drive, dia udah berkembang jauh banget, dan kemampuan menghafal koreonya sudah meningkat pesat. Kalo Sisca dan Gracia jangan ditanya lah. mereka kan emang jago heheh

Unit Kedua, ada Kono Mune no Barcode oleh Elaine, Chika, dan Desy. Ini.... oke, tapi ekspresinya kadang lepas, baik Elaine, Chika, ataupun Desy. Fun Fact: unit ini sedikit kocak karena Desy terlihat menjulang dibandingkan kedua rekannya.

Lanjut ke unit ke 3. Wimbledon e Tsurete Itte. Shani, Angel, dan Anin. Ini keren banget. Tiga-tiganya lucu dan onpoint dengan dancenya. mungkin yang bisa jadi feedback adalah Shani jangan terlalu cepat pas reff, perlambat dikit temponya dan unit ini bisa jadi unit yang sangat menyenangkan untuk dilihat.

Berikutnya, keluar unit favorit kami: Ame no Pianist. Memang kami cocok dengan lagu-lagu bernuansa gelap dan galau (bisa keliatan dari kesukaan kami pada Temodemo no Namida ataupun Shinkirou heheh). Disini ada Andela, Nadse, dan Manda. Andelanya mantap. Hampir nyamain Matsuren, performer original unit ini di tim S. Agak disayangkan Manda dan Nadse belum terlalu bisa mengekspresikan lagu ini Keduanya masih kebawa Junjou Shugi kayanya. Tapi kalo di kasi waktu, mereka berdua potensial banget.

Unit terakhir, ada Choco no Yukue. Di sini ada Feni, Okta, Aurel, dan Grace. Not much to say. Lucu sih, cuma kesannya terlalu main-main. gak tau deh, mungkin kita aja yang gak cocok ama lagunya. tapi mereka bagus kok performnya.

Lanjut ke group song lagi. 3 lagu yaitu Innocence, Romance Rocket, Koi no Keikou to Taisaku. Ini keren-keren. apalagi Innocence. Abis 3 lagu, emci bentar (di show 2 Andela dan Shani mau di kerjain ama Chika tapi malah senjata makan tuan karena mereka berdua bisa nyanyi Temodemo bahasa jawa haha), abis gitu lanjut ke lagu yang 'katanya' terakhir yaitu Daisuki. Benernya lagu ini bagus, sayang nilai lagunya jeblok karena penonton ngechant lawak pas reff -_-

Setelah tarik nafas sebentar, member muncul lagi dan bawakan dua lagu powerful. Rope no Yuujou dan Kayoubi no Yoru, Suiyobi no Asa. Mantap. Dua lagu ini dibawakan dengan rapih dan bertenaga (hebat juga masih punya stamina untuk 2 lagu ini). Shani di dua lagu ini keren banget. Baru kali ini liat dia terkesan begitu kuat, layaknya seorang pejuang (benernya sih di Pajadora ada lagu powerful macem ini, tapi dia di belakang jadi gak keliatan -_-)

Setelah nonton video mengenai Team T pamer (HAHA) di setiap show, lanjut ke lagu terakhir yaitu Tooku ni iite mo. Jujur aja disini kami gak bisa ngomong lagi. Penghayatan luar biasa dari semua member dan bikin kami jadi baper. Gak kebayang lagu ini dibawain pas Senshuuraku tahun depan (kejauhan mikirnya mz, mb)

Final Thoughts:
Setlist ini keren banget walau ada lagu wtf macem Mango yang kayanya gak cocok di setlist ini, tapi overall lagunya keren-keren. Setlist ini bisa jadi menjadi semacam batu loncatan untuk Shani karena selama di Pajama Drive dia hanya jadi pelengkap. Kali ini dia menjadi potongan utama dari tim T di setlist ini. Gak sabar deh mau liat lagi pas mereka udah lebih berpengalaman di setlist ini. Pasti keren.

Akhir kata, makasi udah mau baca tulisan ini, sampai ketemu di review berikutnya ^^

-Light-

Saturday, February 14, 2015

Return Match: Team J Dominates Boku no Taiyou

Holla. Kembali bersama kami di review terbaru. Kali ini kami akan mereview Special Project besutan tim J. Special Project ini digelar dalam rangka membayar dukungan fans tim J selama ini. Untuk kali ini kami berhasil nembusin 3 orang untuk nonton, tersebar di row 1 biru, row 3 biru, dan row terakhir hijau.

Bagi fans lama JKT48, tentu ingat bahwa lebih dari setahun lalu menjelang Senshuuraku Renai Kinshi Jourei, tim KIII memberikan special tribute untuk tim J dengan mementaskan Renai Kinshi Jourei, atau istilah yang populer di kalangan fans RK3J. 

Tentu saja, setelah event ini, banyak fans yang penasaran apa jadinya bila tim J mementaskan Boku no Taiyou, setlist KIII pada masa itu. Setelah lebih dari setahun, akhirnya tim J memenuhi permintaan fans tersebut dengan menggelar Team J Special Stage: Boku no Taiyou. Ini mengejutkan fans yang datang karena teori yang populer menjelang Special Stage adalah tim J akan kembali mementaskan Renai Kinshi Jourei. Here's how it went down

di Dreaming Girls, penampilan member diiringi tepukan penonton yang sangat kompak. J off to a good start. Walau pendek, penonton sangat menikmati lagu ini. wajar aja sih, ini setlist memang ngangenin.

Langsung dilanjutkan dengan 3 lagu energik yang menjadi ciri khas setlist ini (RUN! RUN! RUN!, Mirai no Kajitsu, Viva! Hurricane). Di ketiga lagu ini member tampil luar biasa. Beda dengan tim J yang biasanya kalem dan dewasa (wajar aja, setlist mereka RKJ ama DnT haha), mereka kali ini tampak muda. Apalagi member kaya Melody dan Veranda yang tampil eksplosif. Kita cuma berharap gak ada ACL yang robek karena seperti yang kita semua ketahui, Tim J itu lumayan Uzur dan lebih 'berisi' dibandingkan KIII (terbukti nanti di Unit Song Himawari HAHAHA). Jujur aja kita agak takut liat mereka loncat-loncat hehehe

Udah MC bentar (seperti biasa, MC nya rusak banget. emang dasar tim J kalo udah MC bikin penonton ngakak mulu) lanjut Unit Song. 

Yang pertama ada Idol Nante Yobanaide oleh Nabilah, Ghaida (HAHA), Delima, dan Sonia, Sumpah gak nyangka si Kamen dapet unit ini. Lucu sih, cuma karena ganteng, ya gitu deh. Lagu ini dimeriahkan oleh BD (Ayana Kinal Beby Gaby Shanju Beby). Kinal berotot banget malah jadi keliatan kaya Bodyguard HAHAHA

Yang kedua ada Boku to Juliet to Jet Coaster. Yang bawain Frieska dan Dhike dengan Veranda sebagai Center. Akhirnya bisa juga liat Veranda bawain ini. Sedikit Trivia, ini unit udah lama dia mau bawain (di MC theater pernah disebut). Jadi kebahagiaan tersendiri liat dia perform unit ini. Gerakannya pun badai banget. gak kalah ama center Himawari-Gumi, si Yuko hahaha

Lanjut ada Higurashi no Koi oleh mami ama anaknya, eh, maksudnya Melody dan Haruka. Entah kenapa jadi keinget 2nd Anniv. Dua-duanya bagus banget bawainnya. Melody malah lebih bagus bawain ini daripada bawain Bird (lah, malah tubir hahaha). 

Berikutnya keluar trio Shanju, Kinal, Sendy bawain Itoshisa no Defense. Shanju sebagai center di sini bagus. Kinal dan Sendy juga keren. 

Terus keluar salah satu lagu yang paling disukai para fans, Himawari. Yang muncul adalah Beby, Rachel, Ayana, Gaby. Oke juga. Nice change of scenery buat Beby yang biasanya bawain lagu rempong sekarang santai. Trivia, Beby ada di posisi Vienny, tapi bajunya baju Hanna. Gak muat kayanya bajunya heheheh.

Untuk 3 lagu berikutnya (Takeuchi-senpai, Sonna Konna Wake de, dan Deja Vu). Ya gitu deh. Tim J bawain dengan cukup baik. Gak kalah ama KIII. Malah salah satu dari kita yang bisa di bilang penggemar KIII pun bilang versi tim J lebih 'menggigit'

Untuk menutup main performance, ada Yuuhi wo Miteiru ka. Lagu adem yang biasanya dipimpin Veranda kalau 'keluar kandang' alias konser. Bagus dan cukup menyejukkan setelah tadi penonton panas. Jadi agak adem menjelang encore.

Tapi, adem itu cuma sementara. Encore dimulai dengan Laydown. Jujur aja, ini mungkin lagu puncak dari Special Stage ini. Dulu waktu tim J 'invasi' BnT nya KIII buat ngumumin shonichi DnT, banyak yang berharap Melody dan Veranda ikut Laydown walau akhirnya gak terwujud. 

Nah, kali ini, gak cuma yang jadi tamu, tapi semua tim J ikutan. Kecuali Beby, semuanya mulai dengan tidur-tiduran di panggung (hehe). Di lagu ini, penonton meledak semua. Terutama karena di tengah Lagu Veranda 'unleash her inner badass' (plus rambutnya digerai walau sebelumnya di ikat. Udah gitu pake di kibas-kibas sombong gitu). Wih. Belum lagi sepanjang lagu banyak adgean mantap dari member (gak usah di jelasin di sini. Liat aja sendiri hari Rabu nanti) 

Bukannya jelekin KIII, tapi versi mereka kalah jauh ama tim J. Bisa terlihat dari reaksi penonton selama lagu ini.

Udah setelah theater terbakar semangat pasca Laydown, lanjut dengan lagu yang menurunkan temperatur, BINGO! dan Boku no Taiyou. dua-duanya dibawain dengan semangat walau kita tau banget tim J udah kehabisan Energi. Tapi dengan insentif tambahan dari 'member ke-17', mereka masih tampil dengan level tinggi

Discussion Time!

Tanpa bisa dipungkiri, versi tim J bisa dibilang lebih baik dari pada KIII. Ini bukan karena KIII nya jelek, tapi J nya yang terlalu bagus. Dari 138 show BnT, adakah dimana theater sampe serapet kemaren sampe yang berdiri di deket FOH dan Row terakhir bisa bersentuhan? adakah yang Laydownnya sampe se 'gawat' tim J? 

Selain faktor performance, ada 2 lagi yang membuat Special Stage ini sukses. 

1. Timing. 
Kalau dulu RK3J dipentaskan ketika RKJ sendiri belum selesai. jadi bisa dibilang penonton gak begitu 'rindu' dengan RKJ. Beda dengan KIII, tim J mementaskan ini hampir setahun setelah BnT terakhir oleh KIII (Senshuuraku BnT adalah 22 Februari 2014). Jadi faktor 'kangen' itu sangat besar. Apalagi kode dari Shanju dan Beby merujuk ke RKJ alias sedikit yang nyangka bakal bawain BnT

2. Setlist
Setlist BnT ini dipentaskan cukup singkat. Dari zaman Kenkyuusei Generasi 2 sampai team KIII, setlist ini diperform dari Mei 2013 sampai Februari 2014 (10 bulan). Bandingkan dengan RKJ yang setahun. Memang Pajama Drive 1st Gen dan 2nd Gen lebih singkat. Tapi Pajama Drive terus di pentaskan setiap ada generasi baru, jadi dari faktor lama nya setlist di pentaskan, BnT paling singkat. Plus, sejak RK3J banyak yang menginginkan J membawakan BnT, jadi faktor kepuasan penonton J pasti lebih tinggi karena ini bisa dibilang 'request' mereka

Yah kira-kira itu saja yang bisa kami sampaikan. Kalau ada yang mau nyanggah, leave it down in the comment section atau langsung mention @Light_Unit

Sampai ketemu di tulisan selanjutnya! ^^

-Light-

Monday, January 26, 2015

REVIEW: Trainee Event "Mulai Sekarang Sungguh2" Part 2

Holla, kembali bersama kami di Review Event terbaru JKT48 Trainee Generasi 3

Setelah tertunda selama seminggu karena event Kalender Senbatsu lebih penting, akhirnya para Trainee Generasi 3 JKT48 bisa melaksanakan bagian kedua dari event mereka: "Mulai Sekarang Sungguh2"

Berbeda dengan part 1 di mana kami hanya mengirim 2 wakil karena yang lain verifnya bala, kali ini kami beruntung bisa mengirim 7 wakil dari 7 orang yang apply. jarang2 banget event besar gini kita bisa verif semua. heheh.Seperti biasa demi menghindari bala 1, bala semua, kami mencar bingonya. alhasil ada yang row 1 biru dan Hijau, row 6 dan 7 biru, dan ada 3 yang row 1 standing heheheh. gak papa karena emang mau liat dari semua sudut

Kondisi theaternya sendiri rame, cuma entah kenapa gak serapet waktu event part 1.Kageananya, tentu saja, siapa lagi selain Andela. cara ngomongnya yang khas bikin penonton ngakak duluan walau event belum bener2 mulai 

Untuk MC, seperti biasa kami gak akan bahas banyak2. paling pas ada yang lucu aja.Pertama dibuka dengan 3 lagu, Aitakatta, Kimi to niji to taiyou to, dan Flying Get. Gak gitu special, tapi khusus Flying Get, terasa lebih greget dari Senbatsunya. Mungkin karena mayoritas dari kita mengidolakan Andela heheh

Setelah ngobrol2 dikit alias gajelas, masuk ke Unit Song. dan gak main-main langsung RKJ yang keluar.... Shani sebagai center dengan Steffi dan Sisca sebagai sayapnya. RKJ mereka gak seeksplosif tim J (yaiyalah. Tim J ada Stella, Ve ama Beby).

Walau gitu, ada aura tersendiri untuk RKJ mereka. Kalo tim J itu lincah dan energik, RKJ yang punya gen 3 ini terkesan kalem dan sedikit lebih anggun. Yah, dengan Shani sebagai center mah, mau diapain HAHAHA. Steffi ama Sisca juga bagus. Steffi mungkin bisa lebih ditingkatkan energinya biar bisa sedikit nyaingin Veranda yang posisinya sama.

Berikutnya muncul Nage kiss, dibawakan oleh Farina, Feni, Indah, Manda, Andela, Elaine. Ini unit cukup menarik. 3 member dominan, Manda, Andela, dan Elaine justru mengambil 3 posisi belakang. Nice touch dengan menempatkan member2 non-mainstream di depan.

kemudian ada Ame no doubutsuen by Anin, Aurel,  Angel, Michelle, Sofia, Grace, Okta, Gimana ya kalo ini. Kayanya sama aja ama KIII. Cuma karena gen 3 gak pernah bawain, jadi terkesan lebih bagus.

Terus ada Gomenne Summer versi 7 orang. Ada Sisca, Andela, Michelle, Shani, Elaine, Nadse, Angel. Not Bad. Sayang duo centernya kaya berantem bukannya saling ngisi. Yang harusnya tangannya nempel malah ada jarak :p

Kemudian langsung Berturut2 Mirai no Kajitsu, Switch, Tsuki no Katachi. Oke lah. Switchnya masih kaya anak2. Mirai no Kajitsunya rada over, tapi Tsuki no Katachinya oke. Special note untuk Tsuki no Katachi, Andela gak ambil Posisi Melody tapi malah ambil Posisinya Veranda jadi dia agak hold back biar gak nutup yang lain. Agak aneh sih, tapi bolehlah hahaha. Tya ama Shani yang bagus banget. Yah, mereka kan udah pernah bawain langsung bareng ama tim J. Beda lah kelasnya

Kemudian ada Kimi no Boku no Kankei: (Nabilah, eh maksudnya Sisca dan Angel), Manatsu no Christmas Rose (Anin, Anggi, Aurel, Nina) dan Rider (Shani, Sisca, Desy, Grace, Tya). 3 lagu ini, ya gitu deh. Yang bagus cuma Shani aja di Rider :p 

lanjut ada Naki Nagara Hohoen De. Pertama cuma Cia, abis gitu ada Chika, eh taunya ada juga kakak kelasnya alias Rona hahaha. Mantep suaranya. Merinding dengernya. 

nah dari sini, bisa di bilang sesi "Notice Me, Senpai!" alias Chika dan Cia MC bentar ama Rona terus Cia gesrek sambil bacain surat 

dari sini juga kita mulai curiga Veranda dan Kinal bakalan ikut di event ini Bener aja. Berikutnya RIVER dengan Kinal dan Feni sebagai Dual Center. Kalo ini mah jangan di tanya. Kebanting Trainee nya. Energi Kinal terlalu powerful. Di sini yang ngoshiin Kinal adalah Feni. Lagi2 sesi gesrek sambil bacain surat

Lanjut lagi, kali ini yang keluar, Yang Mulia, sang Ratu Badai AKA Jessica Veranda. Ini lebih ngebanting lagi dibandingin RIVER. Veranda dengan lineup normal aja udah kebanting semua, ini ama dedek2 ingusan. Yah, maklum aja kami mah hahaha.  Bukan berarti Jelek traineenya. Cuma Veranda nya yang terlalu bagus (mungkin sekalian mau ngebuktiin diri ama Fans yang dia pergokin nonton HAHAHA. Dia ngeliat ke satu arah aja sepanjang perform). Yang nakutin, Veranda bahkan gak keliatan mencoba banget. Kaya cuma 50%. Santai banget dia bawainnya. 

Nah seperti sebelumnya, Veranda dapet surat dari Shania Gracia. Udah gitu pake ngeledek penonton pas abis dia peluk Gracia, "Mau juga?" 

Lanjut. Masih sesi notice me senpai kali ini ada Gingham Check bersama Melody. Disini Melody lebih tenang dibandingin Kinal/Veranda dan nurunin performnya biar adek2nya gak ketinggalan. Keren pokoknya. Gak over dan gak kurang. Pas.  

Dia dapet surat dari KW nya alias Michellele. Michelle curhat soal dia kurang 1 bulan untuk gen 2 terus dia juga nonton DNT dan 2shoot ama Melody. (kebetulan kita juga ikutan shownya). Emang Michelle ini niat banget. dia bawa LS heheh. Terus Lele bisa aja lagi minta peluk. haha 

Lanjut lagi first rabbit dengan semua member plus Rona, Veranda, Kinal Melody, dan Nabilah. Karena banyak, performnya jadi gak leluasa. Beberapa gerakan di simplify dan ada yang dihapus. Gak papa sih. Seru walau rada rusuh. Disini Nabilah dapet surat dari Aurel. tapi pas di bacain malah di isengin. ahaha 

Setelah sesi Notice me Senpai nya selesai, jadi agak turun hype penontonnya. Ada Oogoe Diamond (Michelle sempet salah di beberapa bagian, tapi tetep keliatan enjoy), Seishun no Lap Time (keren),  KFC all trainee (rusuh). dan Sakura no HanabiraTachi (menyentuh) 

Encorenya ada Skirt Hirari (Sisca, Angel, Elaine, Shani, Aurel, Michelle, Andela), Iiwake Maybe (Andela Center), Wink Ga Sankai, Sama Arigatou. Arigatounya mengharukan banget. Apalagi pas Monolognya 

Udah gitu, kakak2 pengganggunya masuk lagi buat ikut campur (HAHA) Ada layar turun dan video latihan. Penonton Bingo Ijo ada yang teriak "Part 3" eh ternyata bener aja. Somplak 

Udah ngomong bentar, eh ada kode dari FOH suruh nonton lagi. Akhirnya nonton lagi dan kali ini kami udah nebak ini pengumuman tim karena Nama dan Foto Member Muncul. Agak mengecewakan karena member yang tembus tim T HANYA yang tembus reformat. 

Alhasil sekarang hanya tersisa 11 trainee setelah 16 member dipromosikan. Ini jadi masalah btw, apa nanti part 3 yang katanya Bulan Maret itu bakal diikuti semua gen 3? karena judulnya "Trainee Event" lho.... 

Tentu saja, disini gen 3 banyak yang sedih karena gak semuanya tembus. Mirip2 ama gen 2 dulu. Gen 1 mah mana ngerasain (tubir dikit HAHAHA) 

Udah ngomong2 lagi, tiba sesi Foto. Michelle ngambek: "Muka aku abis nangis jelek gini foto?" hahaha 

Pertama semua foto bareng, terus selain gen 3 diusir ama fotografernya. Cukup lucu benernya kalo liat sendiri hahaha. 

Reaksi terakhir dari kita, ini gak salah cuma 16 orang tim T nya? Mungkin nunggu konser AKB biar bisa promosiin beberapa trainee ke tim J dan KIII sekalian. Makanya member2 potensial macem Tya, Steffi, Yukka belum jelas statusnya. 

Tapi yang pasti, rasanya "member bisa tersingkir" itu udah terjadi pas Zebi mengundurkan diri, alias bisa menarik nafas lega gak akan ada member yang keluar dipaksa.

Yah kira2 gitulah event part 2 ini. Seru. Tapi agak Buzz kill dengan masukin kakak kelasnya di tengah. Harusnya agak belakangan aja. Plus pengumuman part 3 agak ngerusak suasana. heheh

MVP nya untuk event ini adalah Melody, Dia bisa nyatu ama gen 3 dengan baikDari gen 3 nya sendiri Andela. Penampilannya bagus walau JARANG BANGET dapet MC.

Sampai Ketemu di Review Berikutnya!

-Light-


Wednesday, January 14, 2015

APTB: Tumbal kegagalan Pemprov dan @PT_TransJakarta #SaveAPTB

Belakangan ini, pengguna jasa layanan APTB atau Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway sedang resah karena Gubernur DKI Jakarta mengancam menghapus keberadaan APTB tersebut karena APTB dianggap sebagai biang kemacetan karena mengambil penumpang di luar busway, terutama di lampu merah, dan ngetem. Setelah beberapa minggu, akhirnya nasib APTB akan ditentukan pada tanggal 15 Januari 2015, sesuai yang diberitakan Kompas.

Walau saya tidak menggunakan APTB sampai perbatasan, saya adalah pengguna rutin APTB. Kenapa? karena TransJakarta TIDAK bisa di andalkan di jam-jam sibuk. Jadi, saya memilih membayar lebih mahal daripada mesti nunggu 30-60 menit hanya untuk berdesak-desakan bagai sarden. Saya tidak keberatan berdesak-desakannya, tapi menunggunya itu yang saya kesal.

Ada kalanya APTB malah muncul lebih sering dibandingkan TransJakarta. Koridor 9 contohnya. Setiap 5-7 APTB berbanding dengan satu buah TransJakarta. Kalau mau secara gamblang sih, pelayanan APTB jauh, jauh, JAUH lebih baik daripada TransJakarta. Lalu kenapa mereka yang disalahkan atas kemacetan? mari kita analisis tuduhan pak gubernur. Pak Basuki mengatakan kalau APTB sering mengambil penumpang di luar Busway dan mengetem serta berjalan perlahan di jalur.

Pertanyaannya, salahkah mereka? Sejak penghapusan tiket integrasi, penumpang APTB lebih memilih menunggu di luar halte daripada harus masuk dan bayar 'uang preman' 3500. Ujung2nya, APTB melakukan hal itu demi pelayanan pada penumpang. Berbeda dengan TransJakarta yang sering berhenti lama di halte awal demi hemat kilometer yang dibayarkan ke Operator. istilahnya, EFISIENSI.

Selain itu, mereka juga dituding mengganggu layanan TransJakarta. Padahal kalau dilihat, justru mereka berjasa besar pada TransJakarta karena mengangkut penumpang yang ditelantarkan TransJakarta di Halte. Hal ini cukup terlihat di koridor 9 ketika TransJakarta lebih memilih pulang ke pool walau penumpang di halte masih banyak. Dengan beralihnya status Badan Layanan Umum menjadi BUMN yang berorientasi keuntungan, bukan tidak mungkin bakal makin banyak langkah-langkah efisiensi demi keuntungan yang lebih besar.

Saya bukannya suudzon, tapi saya melihat kenyataan di Lapangan. Misalnya saja waktu saya turun di Blok M, dibutuhkan waktu sampai 15 menit hanya untuk sampai ke halte penurunan karena bus terdepan ditahan agar tidak berangkat sehingga ritase yang ditempuh operator DAMRI menjadi sedikit.

Selain efisiensi, ada juga yang namanya Kualitas Bus TransJakarta yang JAUH di bawah bus yang dikelola operator APTB. Misalnya, lihat Mayasari keluaran tahun 2002? masih dalam kondisi mulus. Sekarang lihat TransJakarta keluaran 2013.... ingat kejadian 28 Agustus 2014? Ya. TransJakarta jurusan Kota-Blok M meledak dan terbakar di depan Masjid Agung. Kekuatan ledaknya bahkan memicu alarm mobil-mobil yang terparkir di depan Masjid Agung. Sekarang kita cari berapa banyak APTB yang terbakar, Mogok, atau mengalami insiden? Hampir tak terdengar. Skor 2-0 untuk APTB dari sisi pelayanan dan kelayakan bus.

Memang, bisa dibilang kalo APTB ini invasif karena mengambil jalur TransJakarta sampai ke tengah kota. Idealnya memang APTB hanya sampai ke pinggir terluar kota Jakarta yang dilayani TransJakarta. Hal ini pernah diterapkan pada APTB Bekasi Pulogadung yang dilayani oleh operator PPD. Saya tanya kepada anda sekalian. Pernah kah anda mendengar tentang APTB itu. Jawabannya saya yakin pernah, tapi tidak pernah benar2 tahu beroperasi atau tidak. Kenapa? karena Penumpang APTB itu setelah mencoba beberapa kali langsung kembali ke mobil pribadi karena mereka menunggu terlampau lama untuk bus TransJakarta dari Pulogadung untuk ke pusat kota.

Sebenarnya masih banyak alasan kenapa APTB lebih baik daripada TransJakarta. Tapi saya rasa yang sudah saya paparkan semestinya sudah cukup.

Nah, sekarang, Pak Basuki, dengan alasan karena APTB sudah terlanjur beroperasi, ia menawarkan 2 opsi untuk keberlangsungan APTB. Yang pertama adalah mengintegrasikan APTB dengan PT TransJakarta sehingga dibayar per kilometer. Yang kedua adalah APTB hanya boleh sampai perbatasan.

Menurut saya Opsi kedua adalah lesser of the two evil alias pilihan terbaik dari yang terburuk. Karena mereka masih mengontrol keberangkatan bus, dengan begitu, pelayanan penumpang tergantung oleh mereka. Perkara nanti penumpang cepat/tidak diangkut oleh TransJakarta bukan urusan mereka. Masalahnya, siapkah PT TransJakarta untuk mengangkut penumpang sebelum Halte UKI roboh karena overload?

Opsi pertama adalah opsi kejam dari PT TransJakarta karena PT TransJakarta mendapat armada gratis. selain itu, kilometer mereka kontrol sehingga pelayanan penumpang bakalan tergantung oleh kemauan PT TransJakarta membayar Kilometer. Masalah lain adalah apakah PT TransJakarta dapat membayar Kilometer yang ditempuh operator? Soalnya saya ingat pada Lebaran 2014 operator-operator TransJakarta TERLAMBAT menerima pembayaran Kilometer sehingga berimbas pada kesejahteraan pegawai. (ini tidak menghitung pembayaran gaji yang dirapel karena operator belum menerima pembayaran Kilometer dari bulan-bulan sebelumnya).

Sebenarnya ada opsi ketiga, opsi yang saya tawarkan pada Pemprov, yaitu, HAPUS APTB tapi trayek mereka kembali ke Reguler alias tidak masuk ke busway. Dengan begitu, Busway Exclusive untuk TransJakarta dan operator APTB kembali ke jalur reguler. Kena macet, tapi pelayanan mereka kontrol.

Untuk opsi pertama, bisa saya setujui DENGAN SYARAT: PT TransJakarta tidak boleh ikut campur pemberangkatan bus. Mereka hanya boleh mencatat kilometer bus. Mereka tidak boleh menahan bus yang akan berangkat untuk menjemput penumpang.

Sekian dari saya. Bila berkenan, mohon share. Kalau ada pertanyaan/Sanggahan saya terima di kolom komentar di bawah atau di twitter saya @Radityo_Utomo

Terima Kasih atas waktunya :)

-Radit-